top down
CLICK TITLE TO READ MORE/AYO GABUNG DI BISNIS ONLINE 100%GRATIS SILAHKAN CLICK BENER DI ATAS

1 Juni 2011

Gejala Pengenaan Kognis

A.    PENDAHULUAN
Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan Istilah ini digunakan oleh filusuf untuk mencari pemahaman terhadap cara manusia berpikir . Karya Plato dan Aristotle telah memuat topik tentang kognisi karena salah satu tujuan tujuan filsafat adalah memahami segala gejala alam melalui pemahaman dari manusia itu sendiri[1]
Pada dasarnya kognisi merupakan suatu pemahaman terhadap sebuah kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Kognisi biasanya digunakan untuk mengetahui bagaimana cara berfikir manusia. Pada gejala kognisi ini di anggap sebagai proses mental karena gejala ini merupakan suatu pemikiran dan sseorang tidak dapat mengamatinya secara langsung dan untuk mengetahuinya dapat di lakukan dengan cara mengamati pola perilakunya. Misalnya kemampuan seoran anak untuk menghafalkan lagu.
Proses kognitif menggabungkan antara informasi yang diterima melalui indera tubuh manusia dengan informasi yang telah disimpan di ingatan jangka panjang. Kedua informasi tersebut diolah di ingatan kerja yang berfungsi sebagai tempat pemrosesan informasi. Kapabilitas pengolahan ini dibatasi oleh kapasitas ingatan kerja dan faktor waktu. Proses selanjutnya adalah pelaksanaan tindakan yang telah dipilih. Tindakan dilakukan mencakup proses kognitif dan proses fisik dengan anggota tubuh manusia (jari, tangan, kaki, dan suara). Tindakan dapat juga berupa tindakan pasif, yaitu melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya,
Untuk lebih jelasnya pemakalah akan menguraikan pembahasan yang sedikit disinggung di atas yaitu gejala kognisi


B.     PEMBAHASAN
1.      Pengindraan dan pengamatan
Sejak seorang dilahirkan, sejak itu pula ia secara langsung berhubungan dengan dunia luarnya.mulai saat itu ia menerima secara langsung stimulus atau rangsangan dari luar  disamping menerima  rangsangan dari dalam dirinya sendiri.ia mulai merasakan kedinginan,panas,sakit senang, dan lainya[2].
Seorang mengenal dunia sekitarnya dengan mengunakan alat indranya,bagaimana ia dapat menyadari keadaan sekitar merupakan persoalan yang berhubungan dengan pengindraan dan pengamatan agar ia dapat menyadari sesuatu  ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu
a.       Adanya objek yang diamati sehingga menimbulkan stimulus
b.      Alat indra atua respon yang baik dan sensorik yang baik
c.       Adanya perhatian yang baik, perhatian merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam mengadakan pengamatan, tanpa perhatian tidak akan terjadi pengamatan.
Dari hal diatas dapat dismpulkan bahwa untuk mengadakan pengamatan ada syarat-syarat yang bersifat a. fisik atau kealaman,b. fisiologik, c. psikologik, objek menimbulkan stimulus dan stimulus mengenai alat indra atau respon, proses ini disebut proses kealaman atau fisik,stimulus yang diterima oleh indra dilanjutkan ke saraf sensoris ke otak proses ini disebut proses fisiologi, kemudian terjadilah suatu proses di otak sehingga individu dapat menyadari apa yang ia terima dengan alat indra itu,proses yang terjadi dalam otak atau pusat kesdaran itulah yang disebut dengan proses psikologik. Dengan demikian taraf terahir  dari proses pengamatan adalah individu menyadari apa yang ia terima melalui alat indra atau reseptor[3]
Keadaan yang menunjukkan bahwa individu tidak hanya mengenal satu stimulus saja, melainkan individu mengenal berbagai macam stimulus yang ditimbulkan oleh keadaan sekitar, tetapi tidak semua stimulus itu mendapatkan respon sebagai akibat dari pengamatan individu.
Gejala pengenalan stimulus bisa melalui indra dan ada yang melalui akal, yang melalui indra dapat dibagi pula 1.di luar yang meliputi pengindraan dan pengamatan 2. Pusat yang meliputi tanggapan ingatan fantasi dan yang mengenai tanggapan eidetic, reproduksi, asosiasi dan persepsi, adapun yang melaui akal adalah  meliputi membentuk pengertian pendapat dan keputusan.
Pengindraan adalah penyaksian indra kita atas rangsangan yang merupakan suatu kompleks atau suatu yang kabur atau belum jelas, pengindraan masih belum terurai, misalnya pengindraan kita atas kendaraan yang simpang siur di jalan raya, panas matahari yang panas ketika kita berolahraga.
Pengamatan atau penyerapan adalah hasil perubahan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya perangsang.
Dalam pengamatan dengan sadar orang dapat pula memisahkan unsure-unsur dari onjek tersebut.misalnya becak melampau kita mula-mula tampak dalam kebulatannya(pengindraan) tetapi kemudain tampak jelas catnya belnya dan sebagainya. Pada umumnya pengindraan selalu disusul dengan pengamatan terutama rangsangan-rangsangan yang menarik perhatian bagi kita
Sinestasia adalah suatu keadaan orang yang menyadari sesuatu kesan tidak melalui indra yang semestinya. Misalnya orang merasa melihat warna hitam jika ia mendengar suara U jika ia melihat warna putih dan lain sebagainya, hal ini pada umumnya terjadi pada orang yang tidak bias melihat atau buta.
Adaptasi adalah penyesuaian diri dengan keadaan yang baru. Misalnya seorang yang keluara dari kamar pada siang hari mula-mula ia merasa bahwa di luar terang sekali sampai menyilaukan mata,tapi pada beberapa menit kemudian ia tidak lagi silau karena telah menyesuaikan diri.  


2.      Tanggapan
Tanggapan dapat diartikan sebagai gambaran ingatan dari pengamatan,ketika objek yang telah diamati tidak lagi berada dalam ruang dan waktu pengamatan. Jadi. Jika proses pengamatan sudah berhenti dan hanya tinggal kesan-kesannya saja peristiwa inilah yang di sebut dengan tanggapan. Misalnya, berupa kesan pemandangan alam yang baru kita lihat.
Tanggapan ada tanggapan laten(tersembunyi atau belum terungkap) apabila tanggapan tersebut di bawah sadar atau tidak kita sadari.sedangkan tanggapan actual(sungguh) apabila tanggapan tersebut kita sadari.
Perbedaan atantara tanggapan dan pengamatan[4]
Pengamatan
Taggapan
Terikat pada tempat dan waktu
Tidak terikat pada tempat dan waktu
Objeknya sempurna dan mendetail
Tidak mendetail
Memerlukan perangsang
Tidak memerlukan perangsang
Bersifat sensoris
Bersifat immaginer
Macam-macam tanggapan
Menurut indara yang dipergunakan tanggapan dapat dibagi menjadi beberapa macam iyalah a.Tanggapan bau, b. pengecapan, c. pendengaran, d. perabaan Menurut asalnya tanggapan dibagi menjadi dua yaitu tangapan ingatan dan tanggapan khayalan (fantasi)[5]
3.      Reproduksi dan asosiasi
Reproduksi adalah memunculkan tanggapan dari keadaan di bawah sadar atau tidak disadari kedalam keadaan disadari.reproduksi dapat juga terjadi oleh karena adanya rangsangan atau pengaruh dari luar.misalnya karena melihat gedung sekolah teringat pada guru kita dulu waktu mengajarkan materi kepada kita. Reproduksi juga dapat muncul dengan sepontan misalnya tanpa sebab tertentu muncullah peristiwa pedih yang mengingatkan pada masa lalu.
Menurut cara timbulnya reproduksi, reproduksi bias terikat dalam artian terikat dan didorang oleh kemauan sendiri,dan reproduksi bias bersifat bebas atau tidak terikat yaitu reproduksi yang timbul dengan sendirinya dengan tidak disengaj, sehingga bersifat apa adanya dan liar mengembara dalam benak kita.
Asosiasi tanggapan adalah sangkut paut antara tanggapan satu dengan tanggapan yang lain dalam jiwa.tanggapan yang berasosiasi berkecenderungan untuk memproduksi, artinya apabila yang satu disadari maka yang lain ikut disadari pula
Hukum-hukum asosiasi tanggapan yang dikemukakan oleh Aristoteles adalah
a.       Hukum sama waktu: artinya tanggapan-taggapan yang muncul pada saat yang sama dalam kesadaran akan terasosiasi bersama. Misalnya, jika seorang mengingat gurunya maka teringat pula cara mengajarnya, dan lain sebagainya
b.      Hukum berurutan: artinya tanggapan yang mempunyai hubungan berturut-turut berasosiasi dan direproduksikan kedalam kesadaran. Misalnya huruf-huruf abjad, melodi, sajak
c.       Hukum perlawanan; artinya tanggapan-tanggapan yang beerlawanan berasosiasi dan direproduksi kesadaran, tua-muda,modern-kuno,besar-kecil
d.      Hukum sebab akibat; artinya tanggapan-tanggapan yang mempunyai kaitan logis satu sama lain timbul bersama-sama berasosiasi dan diproduksi kedalam kesadaran. Misalnya hujan menimbulkan jalan licin
4.      Ingatan (memory)
Ingatan atau memory adalah kekutan jiwa untuk menerima menyimpan dan mereproduksikan kesan-kesan. Ada tiga unsure dalam perbuatan ingatan 1. Menerima kesan-kesan 2. Menyimpan 3. Mereproduksikan
Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia, berarti ada suatu indikasi bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan menimbulkan kembali suatu yang pernah dialami.namun tidak berarti bahwa semua yang pernah dialami itu akan tetap tinggal seluruhnya dalam ingatan, oleh karena ingatan merupakan kemampuan yang terbatas              
Disamping itu prestasi ingatan berhubungan erat dengan kondisi jasmani, misalnya kelelahan, sakit dan kurang tidur menyebabkan menurunkan prestasi ingatan. Dan juga faktor usia serta emosi seseorang.
Berhubungtan dengan berlainan daya ingatan seseorang guru harus mengingat juga dalam memberikan materi pelajaran kepada anak didik, misalnya
a.       guru jangan terlalu cepat dalam menerangkan materi pelajaran dan jangan pula terlalu lambat.
b.      Jangan terlalu banyak dalam member pelajaran dalam waktu yang sama,
c.       usahakan pelajaran harus diulang-ulang,
d.      pelajaran jangan berubah-ubah,
e.       hendaknya guru mempunyai metode-metode yang baik sehingga kesan-kesan mudah diingat dan dihafal di luar kepala, untuk mengembangkan prestasi belajar peserta didik perlu dibangunkan emosi semangat dan kemauaan agar aktivitas belajar menggairahkan.
5.      Fantasi (khayalan)
Adalah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan yang baru.dengan fantasi manusia dapan melepas diri dari keadaan yang dihadapinya dalam menjangkau kedepan
Fantasi sebagai kemampuan jiwa manusia dapat terjadi
a.       Secara disadari yaitu apabia individu betul-betul menyadari akan fantasinya. Misalnya; seorang pelukis yang sedang melukis di atas kanvas dengan kemampuan fantasinya, seorang yang memahat arca atas dasar daya fantasinya.
b.      Secara tidak disadari yaitu bila individu tidak secara sadar telah dituntut oleh fantasinya. Hal ini seringa terjadi pada anak-anak. Misalnya seorang anak berfantasi dalam bermain.
Bedanya dengan berpikir adalah
a.       Dengan berpikir kita berusaha untuk menemukan sesuatu yang sudah ada tapi belum diketahui, dengan berfantasi kita menciptakan sesuatu yang belum ada, sesuatu yang baru
b.      Berpikir terikat kepada realitas, berfantasi melepaskan kata dari realitas
6.      Berpikir (thinking)
Adalah merupakan aktivitas psikis yang intensional dan terjadi apabila seorang menjumpai masalah yang harus dipecahkan. Secara garis besar berpikir ada dua; berpikir austik, dan berpikir realistik, berpikir austik adalah berpikir dengan disertai khayalan atau melamun. Sedangkan berpikir realistik adalah berpikir nalar atau berpikir menyesuaikan diri dengan dunia nyata[6]. Ada tiga fungsi dari berpikir yaitu membentuk pendapat atau opini, membentuk pengertian, dan kesimpulan
Membentu pengertian adalah suatu perbuatan dalam proses berpikir atau dengan memanfaatkan isi ingatan yang bersifat riil, abstrak dan umum.
Perbedaan antara pengertian dan tanggapan
Pengertian
Tanggapan
Merupakan hasil dari proses berpikir
Merupakan hasil dari pengamatan
Mengandung sifat hakekat dari pada sesuatu
Memiliki sifat riil dari benda-benda yang diamati
Bersifat abstrak dan umum
Bersifat kongkrit dan individual
Membentuk pendapat adalah hasil pekerjaan pikir dalam meletakkan hubungan antara tanggapan yang satu dengan tanggapan lainnya, antara pengertian sat dengan pengertian yang lainya dan dinyatakan dalm suatu kalimat.
Membentuk kesimpulan adalah membentuk pendapat baru berdsarkan atas pendapat-pendapat lain  yang sudah ada. Dalam membentuk kesimpulan dapat dilakukan dengan cara kesimpulan deduktif dan induktif  serta Evaluatif[7].
7.      Intuisi
Intuisi adalah pandangan batiniah yang serta merta tembus  mengenaisatu peristiwa atau kebenaran tanpa merurutkan pikiran hal ini miripdengan ilham.Intuisi merupakan bentuk perkiraan yang samar-samar sering setengah disadari tanpa diiringi pemikiran yang cermat sebelumnya,
Pada umumnya perempuan lebih intuitif dari pada laki-laki artinya sering mendapatkan intuisi, hal ini mungkin disebabkan karena perempuan pada umumnya lebih lama merenungkan sesuatu dan lebih banyak dalam hidup dalam alam perasaan.
8.      Intelligensi
Adalah kemampuan daya reaksi atau penyesuaian yg cepat dan tepat, baik secara fisik maupun mental, terhadap pengalaman baru, membuat pengalaman dan pengetahuan yg telah dimiliki siap untuk dipakai apabila dihadapkan pada fakta atau kondisi baru, atau kesanggupan memecahkan soal-soal baru dengan jalan berpikir secara tepat dan tepat[8]
Intelligence dalam Oxford diartikan dengan the power of learning understanding and reasoning mental ability[9]
Orang dianggap inteligensi bila responnya merupakan respon yang baik terhadap stimulus yang diterimanya  atau responya sesuai denagan stimulusnya, untuk memberikan respon yang tepat organism harus memiliki lebih banyak hubungan stimulus dan respon hal ini dapat diperoleh dari pengalaman sendiri atau dari orang lain.
Menurut kekuatannya inteligensi atau kecerdasan ada dua yaitu
1.      Kecerdasan kreatif; kecerdasan yang berkekuatan untuk menciptakan sesuatu. Misalnya; menciptakan kereta api, listrik
2.      Kecerdasan praktis; kecerdasa untuk mengambil tindakan atau untuk berbuat, misalnya mengemudi mobil[10].

C.     KESIMPULAN
Sejak seorang dilahirkan, sejak itu pula ia secara langsung berhubungan dengan dunia luarnya.mulai saat itu ia menerima secara langsung stimulus atau rangsangan dari luar  disamping menerima  rangsangan dari dalam dirinya sendiri. ia mulai merasakan kedinginan,panas,sakit senang, dan lainya.


D.    DAFTAR PUSTAKA
1.      Ahmadi Abu, Drs, 2009, Psikologi Umum, Edisi revisi, Jakarta: Rineka Cipta.
2.      Ahmadi Abu, Drs, dan Drs.M.Umar.M.A, Psikologi Umum, Edisi revisi, Surabaya ,Pt Bina Ilmu.
3.      AS Horby, 1995,Oxford Advenced learner’s Dictionary of current English, USA oxford University Press
5.      Rahmat  Drs. Jalaluddin, M.Sc. Psikologi Komunikasi, Edisi revisi 2004, Bandung, PT Remaja Rosdakarya.



[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Kognisi
[2] Ahmadi Abu, Drs, 2009, Psikologi Umum, Edisi revisi, Jakarta: Rineka Cipta. Hlm 65.
[3]Ibid
[4] Ibid
[5] Drs.Abu Ahmadi, Drs.M.Umar.M.A, Psikologi Umum, edisi revisi, pt bina ilmu, Surabaya,hlm 41
[6] Drs. Jalaluddin Rahmat, M.Sc. psikologi komunikasi, Edisi revisi 2004, PT Remaja Rosdakarya, hlm 69
[7] Ibid
[8] Drs.Abu Ahmadi, Drs.M.Umar.M.A, Psikologi Umum, edisi revisi, pt bina ilmu, Surabaya,hlm 51
[9] AS Horby,Oxford Advenced learner’s Dictionary of current English, USA oxford University Press, 1995, hlm 620
[10] Drs.Abu Ahmadi, Drs.M.Umar.M.A, Loc.Cit hlm 52.

0 komentar:

Poskan Komentar

berilah komentar yang saling mendukung saling menghormati sesama

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Posting Terbaruku

Jika Artikel Atau Apa Yang Ada Di Blog Ini Bermanfaat Bagi Anda Jangan Lupa Komentarnya!! Di Bawah Ini Atau Di Buku Tamu Yang Ada Di Samping Kanan, Demi kemajuan Blog Ini

Buku Tamu Facebook

SELAMAT DATANG DI BLOG SHERING ILMU JANGAN LUPA KOMENTAR ANDA DI SINI!!
Widget by: Facebook Develop by:http://wwwsaidahmad.blogspot.com/

Entri Populer